
Definisi Practice-Led Research
Menurut Malins, Ure, dan Gray (1996), practice-led research adalah jenis penelitian yang berfokus pada praktik langsung dari suatu pekerjaan dan melibatkan tindakan praktik secara nyata. Penelitian berbasis praktik dianggap sebagai pendekatan yang paling sesuai untuk para perancang karena pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan langsung di bidang yang relevan. Mereka menyebutkan bahwa para peneliti dapat memanfaatkan kemampuan dan pengetahuan yang telah mereka miliki untuk mengembangkan subjek yang sedang diteliti.
Referensi: Malins, Ure dan Gray (1996). The Gap: Addressing Practice-Based Research Training Requirements for Designers.
Metode Spesifik dalam Penelitian Berbasis Praktik
Gray menyebutkan beberapa metode yang spesifik digunakan dalam penelitian berbasis praktik, terutama dalam pengumpulan informasi seperti:
- Membuat karya seni
- Observasi dan penggambaran dalam berbagai bentuk
- Penggunaan buku sketsa atau catatan
- Eksperimen dengan material
- Pemetaan konsep atau diagram
- Penggunaan metafora dan analogi
Metode-metode ini dapat diintegrasikan dengan metode ilmu sosial seperti:
- Studi kasus
- Observasi partisipan
- Gagasan pribadi
- Wawancara atau kuesioner
- Analisis multidimensi
- Teknik evaluatif seperti penyortiran dan perbedaan semantik
Karya Ilmiah dalam Seni Rupa
Tulisan ilmiah diakui berdasarkan kaitannya dengan pengetahuan dan pengembangan ilmu, mulai dari abad XIV hingga sekarang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, ilmiah diartikan sebagai hal yang memenuhi kaidah ilmu pengetahuan, termasuk tulisan yang memiliki logika jelas dan berlandaskan teori.
Penciptaan seni rupa dapat dianggap ilmiah jika bisa dijelaskan secara logis dan melalui metode tertentu yang melibatkan pemikiran kritis atas ide-ide yang didukung teori. Konsep ini melibatkan tidak hanya mengetahui alasan (know-why) di balik suatu fenomena, tetapi juga memahami bagaimana cara menghasilkan karya tersebut (know-how).
Proses Penciptaan Karya Seni
Dalam menciptakan karya seni, seniman tidak dapat dipisahkan dari konsep yang menjadi dasar penciptaan karya tersebut. Konsep ini melalui beberapa tahap pengembangan, didukung oleh pemahaman mendalam terhadap teori seni.
Eksplorasi dan Eksperimen
Penciptaan karya seni sering kali memerlukan eksplorasi yang melibatkan eksperimen berulang. Praktik berbasis riset adalah metode yang baik dalam mengembangkan karya seni, terutama yang berkaitan dengan proses eksplorasi material dan bentuk.
Apresiasi dalam Karya Seni
Karya seni juga merupakan hasil dari rekayasa dan pengalaman empirik seniman yang disajikan kepada masyarakat. Dalam hal ini, apresiasi dari pengamat atau audiens menjadi bagian penting dalam siklus produksi pengetahuan dan budaya.
Metode Penelitian RnD
Penelitian dan Pengembangan (R&D) yang juga dikenal sebagai Research and Technological Development (RTD) di Eropa, menjadi pendekatan utama dalam pengembangan teknologi dan inovasi bisnis. Metode ini pertama kali berkembang pada tahun 1960-an dan terus digunakan hingga kini sebagai default model untuk inovasi.
Tahapan dalam Penelitian R&D
- Pengumpulan Informasi
Tahap awal penelitian dimulai dengan mengumpulkan informasi dari literatur yang ada, menganalisis kebutuhan produk, serta mempersiapkan kerangka kerja untuk pengembangan lebih lanjut. - Perencanaan
Pada tahap ini, peneliti mulai merumuskan masalah penelitian, menentukan tujuan, dan merancang langkah-langkah yang dibutuhkan untuk studi kelayakan. Perencanaan juga mencakup estimasi anggaran dan penentuan pihak yang terlibat dalam pengembangan produk. - Pengembangan Bentuk Awal Produk
Peneliti akan merancang desain produk hipotetis dan menentukan sarana serta prasarana yang dibutuhkan dalam pengujian awal produk. - Pengujian Lapangan Awal
Produk awal diuji dalam skala terbatas kepada beberapa pihak terpilih untuk memperoleh umpan balik sebelum melangkah ke tahap berikutnya. - Merevisi Produk
Berdasarkan hasil pengujian lapangan awal, produk akan direvisi dan diuji kembali hingga diperoleh desain yang layak untuk diterapkan secara luas. - Uji Lapangan Utama
Pengujian skala lebih besar dilakukan terhadap produk yang telah direvisi, melibatkan lebih banyak pihak dengan metode pengumpulan data yang lebih komprehensif. - Merevisi Produk Operasional
Produk yang direvisi pada langkah ini disempurnakan berdasarkan data yang diperoleh selama uji lapangan utama dan disiapkan sebagai model operasional untuk divalidasi. - Pengujian Lapangan Operasional
Validasi model operasional dilakukan terhadap kelompok besar (30-40 partisipan) melalui wawancara, observasi, atau angket. Data yang diperoleh menjadi dasar untuk merevisi produk di tahap terakhir. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa model dapat beroperasi tanpa bimbingan peneliti secara langsung. - Merevisi Produk Akhir
Produk yang sepenuhnya direvisi berdasarkan data dari pengujian lapangan operasional, dan kemudian diluncurkan sebagai produk akhir siap pakai. - Sosialisasi dan Implementasi
Produk akhir yang telah disempurnakan disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di bidang pendidikan, melalui seminar, publikasi, atau presentasi kepada pemangku kepentingan terkait.
Penjelasan ini telah disusun dan disampaikan secara menyeluruh untuk memberikan pemahaman yang lebih jelas mengenai topik “Metode Penciptaan dan Penelitian sebagai Pedoman Project Digitalisasi.” Materi ini disusun dan disampaikan oleh Aan Ardian, S.Pd., M.Pd. pada hari Rabu 2 Oktober 2024, dengan harapan mahasiswa dapat memahami dan mengaplikasikannya dalam penelitian yang mereka lakukan.